
Judi online semakin marak di era digital, membawa dampak negatif yang sulit diabaikan. Salah satu modus yang kerap digunakan untuk menarik korban adalah dengan pendekatan cinta palsu, di mana pelaku memanfaatkan perasaan dan kepercayaan untuk mengelabui dan mengarahkan target agar terjebak dalam permainan judi. Fenomena ini menjadi peringatan penting di tahun 2025, terutama bagi mereka yang aktif di dunia maya dan mudah terbawa emosi.
Cinta palsu dalam konteks judi online biasanya dimulai dari interaksi hangat di platform sosial media atau aplikasi kencan, di mana pelaku berperan sebagai sosok yang penuh perhatian. Setelah membangun hubungan emosional, mereka mulai memperkenalkan permainan judi sebagai cara “menghasilkan uang cepat” atau hiburan bersama. Namun, di balik janji manis tersebut, korban justru terjerat utang dan kecanduan.
Baca juga: Cara Mengenali dan Menghindari Penipuan Online
Beberapa ciri modus cinta palsu yang sering digunakan dalam judi online antara lain:
-
Komunikasi intens yang cepat meski baru mengenal.
-
Mengajak korban untuk mencoba permainan judi dengan janji keuntungan besar.
-
Meminta data pribadi atau akses akun secara halus.
-
Tekanan emosional untuk terus bermain dan menyetor uang.
-
Menghilang atau memutus kontak saat korban mulai mengalami kerugian.
Kesadaran akan modus seperti ini penting untuk melindungi diri dan keluarga dari bahaya judi online. Memahami tanda-tanda dan selalu berhati-hati saat berinteraksi di dunia maya menjadi langkah awal yang krusial untuk menghindari perangkap cinta palsu yang berujung kerugian besar. Edukasi dan dukungan sosial juga diperlukan agar masyarakat lebih waspada terhadap risiko ini.